1. Masa Kandungan
Pada masa ini ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh ibu, yaitu :
· Asupan
gizi, yang penting bukan volume makanan tapi kualitasnya, 4 sehat 5
sempurna. Kata orangtua dulu sih, makanan bergizi, sedikit tapi sering.
· Ketenangan
psikis, ini juga sangat penting, ingat anak anda juga merasakan apa
yang anda rasakan, pikirkanlah hal2 positif, dan banyaklah berdzikir,
mengaji, sodaqoh dan ibadah lainnya.
2. Usia Bayi (0-2 thn)
Hal
yang menarik dari usia ini adalah pesatnya perkembangan anak. Tiba2
tertawa, tiba2 bisa mengucap kata, tiba2 bisa merangkak, tiba2
berjalan, dll.
Yang
perlu diketahui adalah : untuk perkembangan motorik, sebaiknya sudah
berjalan di usia ±1 tahun, dan paling lambat 18 bulan. Namun jangan
khawatir banyak pengalaman lain dimana anak baru bisa berjalan di usia
2-4 tahun, yang penting ortu tenang dan banyak2 bersyukur, namanya
manusia insyaAllah ntar juga jalan J.
3. Usia Balita
Usia
ini sering disebut usia negativistic, yaitu anak mulai banyak
membangkang, bikin kesel ortu, susah diatur. Ini hal yang wajar karena
mereka sudah banyak keinginan namun seringkali tidak diimbangi dengan
penalarannya, sehingga sering keluar kata2 why. Tapi jangan salah, usia ini juga dikenal dengan gold-age.
Intinya adalah anak di usia ini sebaiknya banyak diberi stimulus
positif, karena otaknya siap menerima informasi dan menyimpannya,
kognisi & fisiknya siap belajar mengenal dunia. Contohnya anak
berlari cepat dan memanjat berbagai rintangan, anak mengenal huruf
& berlatih membaca, anak diajarkan hal2 baik seperti moralitas
(pengenalan baik-buruk, benar-salah), altruisme (keikhlasan menolong
orang lain), dll.
4. Usia Anak (6-11 thn)
Di
usia ini, anak tidak terlalu banyak merepotkan (seharusnya). Disini
anak mulai mengenal banyak permainan sulit, kerjasama dengan teman,
mandiri, menentukan pilihannya. Terkadang anak disibukkan dengan
berbagai kegiatan (selain sekolah), tidak apa2 sih asalkan tetap
dipertimbangkan minat dan kemampuannya, jangan dipaksakan. Anak sudah
mulai bisa berargumentasi. Dan warning, hati2 dengan
siaran televisi yang tanpa standar filter yang baik, sebaiknya anak
diarahkan jangan terlalu banyak menonton hal2 yang terlalu vulgar dan
seringkali hanya menonjolkan materi dan kekerasan (mis. Sinetron, acara
gossip, berita kekerasan, dll)
5. Remaja
Naah,
di usia ini bukan berarti ortu bisa tenang, justru ortu harus lebih
waspada dengan keadaan anak. Mereka matang secara fisik, namun dari
sisi mental dan emosi seringkali belum stabil. Banyak2 berinteraksi
melalui komunikasi yang positif dengan anak. Jangan langsung men-cut
atau menggurui anak, remaja tidak suka itu. Cobalah untuk menjadi
teman, dengarkan setiap detail ceritanya, dan pancing sampai anak
mengeluarkan unek2, namun tidak berkesan memanjakan. Sediakan waktu
sebanyak mungkin untuk anak anda, meskipun anda bekerja…
Saya
percaya, anak adalah segalanya untuk Anda, namun tetap mereka adalah
titipan Allah…, cinta kita yang terbesar hanya untuk Allah SWT &
Rasul-Nya.
Semoga Anda sukses..
Santrock,
John W. (2006), Tenth Edition. Life Span
Development. 552-631. McGraw-Hill Companies.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar